Ada satu perasaan aneh yang seringkali muncul saat kita memutuskan untuk makan sendirian di kafe atau duduk di dalam bioskop tanpa teman. Rasanya seperti ada sepasang atau dua pasang mata yang memperhatikan, lalu diam-diam menghakimi kalau kita ini kurang pergaulan atau sedang kesepian. Seolah-olah, manusia yang utuh itu adalah manusia yang harus selalu terlihat beramai-ramai. Padahal, kalau kita mau jujur, bisa nyaman dengan diri sendiri itu sebenarnya adalah sebuah superpower yang tidak dimiliki semua orang.
Kita hidup di dunia yang bisingnya minta ampun. Dari pagi sampai malam, kita dikepung oleh ekspektasi orang lain, notifikasi grup yang tidak berhenti, sampai tuntutan sosial yang melelahkan. Dalam kondisi seperti ini, momen sendirian itu sebenarnya bukan sebuah pelarian yang menyedihkan, melainkan cara paling ampuh untuk mengisi kembali energi kita yang sudah habis diperas dunia luar.
Saya pribadi sering merasa kalau momen me time adalah momen yang paling jujur. Saat sedang sendiri, kita tidak perlu repot-repot memakai “topeng” sosial. Kita tidak perlu pura-pura tertawa mendengar cerita teman yang sebenarnya kurang lucu, tidak perlu berdebat panjang lebar hanya untuk memutuskan mau makan apa, dan bebas melakukan apa pun tanpa harus memikirkan apakah orang lain akan terganggu atau tidak. Di momen-momen inilah, kita akhirnya bisa benar-benar mendengarkan apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh kepala kita sendiri, tanpa distraksi dari suara-suara luar.
Belajar untuk “berteman” dengan diri sendiri itu menurut saya penting sekali. Banyak orang yang merasa takut saat tidak ada siapa-siapa di sekitar mereka karena mereka merasa kosong. Padahal, kekosongan itu muncul karena kita tidak terbiasa mengenali diri kita sendiri. Menikmati kesendirian itu beda jauh dengan kesepian. Kesepian itu adalah kondisi mental di mana kita merasa terasing, tapi menikmati kesendirian adalah sebuah pilihan gaya hidup yang sangat sehat.
Bisa pergi ke taman, membaca buku di pojokan kafe, atau sekadar jalan-jalan sore sendirian adalah bentuk kemandirian emosional. Kita jadi tidak gampang bergantung pada kehadiran orang lain untuk merasa bahagia. Kita jadi sadar kalau sumber ketenangan itu adanya di dalam, bukan di luar.
Jadi, kalau nanti sore atau akhir pekan ini kamu merasa sedang ingin sendiri, lakukan saja tanpa ragu. Tidak perlu merasa perlu menjelaskan apa-apa kepada orang lain. Kamu tidak perlu merasa aneh jika memang sedang tidak ingin diganggu. Karena pada akhirnya, satu-satunya orang yang akan selalu ada dan menemani kamu paling lama di dunia ini adalah diri kamu sendiri. Sudah sepatutnya kamu belajar untuk menikmati kebersamaan itu.
